Pelatihan Bisnis Sehat, Dompet Kuat, Belajar Akuntansi Digital: Bekal Pengusaha Muda Membangun Sustainable Economy
Main Article Content
Abstract
Rendahnya literasi keuangan di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu hambatan utama keberlanjutan usaha di Indonesia. Permasalahan ini diperparah oleh lemahnya kemampuan membuat laporan keuangan, ketidakmampuan memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman finansial dan kecakapan pembukuan berbasis digital di kalangan pengusaha muda. Pelatihan dirancang dalam tiga pilar utama, yaitu Bisnis Sehat yang mencakup profitabilitas, arus kas, dan pengelolaan utang; Dompet Kuat yang meliputi penganggaran, perencanaan keuangan, dan pengambilan keputusan finansial; serta Akuntansi Digital yang mengintegrasikan prinsip pencatatan berbasis teknologi untuk mendukung keberlanjutan usaha. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Mei 2026 di SMK Media Informatika dengan melibatkan 47 peserta menggunakan pendekatan partisipatif yang mencakup pemaparan materi, simulasi praktis, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan pemahaman awal peserta berkisar antara 85–91% per indikator, sementara rata-rata nilai post-test mencapai 93,92 dari 100, mengindikasikan efektivitas program dalam membekali pengusaha muda dengan kompetensi keuangan dan akuntansi digital sebagai fondasi membangun sustainable economy.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
References
Ayuningtyas, M. P. & Utomo, R. B. (2024). Peningkatan literasi keuangan dan pembukuan digital pada UMKM di Desa Potorono. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia. https://doi. org/10.54082/jamsi, 842.
Handarini, D., Nurmalita, S., Armeliza, D., Zakaria, A., Duati, V. A. & Alparisi, F. S. (2026). Peningkatan pengelolaan keuangan UMKM melalui workshop penyusunan laporan keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 7(1), 541–554. https://doi.org/10.37339/jurpikat.v7i1.2957
Irmadiani, N. D., Budiyanto, H., Cahyani, A. T., Prakoso, M. A. & Riyono, S. (2025). Peningkatan literasi keuangan dan pencatatan akuntansi sederhana bagi UMKM di desa pesisir untuk mendorong keberlanjutan usaha: Studi di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 5531–5539. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1148
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2021). UMKM menjadi pilar penting dalam perekonomian Indonesia. https://ekon.go.id
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2023). Laporan perkembangan UMKM Indonesia tahun 2023.
Lawita, F. I. & Suhendah, R. (2026). Analysis of the effect of accounting understanding, accounting information systems, and organizational culture on the quality of MSME financial reports. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi, 14(1), 166–173.
Lawita, F. I., Wicaksono, D. D., Yanto, T., Pratama, I. B. & Yolanda, E. M. (2026). Digitalisasi akuntansi dan transformasi nilai budaya: Adaptasi sosial UMKM di Kota Tangerang. [Nama Jurnal Tidak Tersedia], 10(1), 90–100.
Maryanti, Mediaty, Arifin, A. H., & Mas'ud, A. A. (2026). Digital accounting and financial performance of MSMEs in Indonesia: The mediating role of digital innovation. International Journal of Financial Studies, 14(3), 66.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022.
Randyantini, V., Fathihani, F. & Saputri, I. P. (2024). Penyuluhan literasi keuangan digital ekonomi hijau terhadap pemberdayaan UMKM. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2(2), 188–197. https://doi.org/10.61231/jp2m.v2i2.236
Tempo. (2023). Rendahnya tingkat literasi digital jadi tantangan digitalisasi UMKM. https://www.tempo.co